Jumat, 13 September 2013

Ikhwan Tapi Bukan Ikhwan..


Purwokerto, 14 September 2013
Pukul 6:10

Hemmm....sejenak menarik nafas panjang..kuhirup udara pagi ini dengan penuh kenikmatan. Subhanallah, sungguh besar kekuasaan Allah.

Dan dipagi ini pula gue semakin tersadar bahwa harus berhati-hati dengan makhluk yg bernama “ikhwan”. Manusia sok jaim yang ketika melihat akhwat sok menunduk-nunduk menjaga pandangan, yg ketika melihat akhwat sok cuek dan tak mau menggubris, yg menggunakan pakaian sok alim dan hal-hal munafik lainnya.

Tak banyak orang yang mengenal kebusukan sosok makhluk yg satu ini. Banyak wanita atau akhwat yg dibuat terpesona oleh sosok mereka. Sosok yg selalu terlihat sempurna jika didepan publik. Sosok yg selalu terlihat menjaga diri ketika berada didepan akhwat.

Ya..mungkin tulisan ini hanya opini gue aja. Menurut gue, seluruh laki-laki itu sama. Mereka adalah makhluk munafik yang bisanya hanya menyakiti hati wanita.

Kebohongan-kebohongan selalu mereka luncurkan kepada akhwat yang menjadi target mereka. Setelah dirasa sang akhwat sudah mulai membuka hati untuk mereka, mereka langsung menembakkan janji-janji palsu yg mampu membuat hati akhwat luluh tak berdaya. Kemudian, setelah mereka mendapatkannya, mereka berusaha menebarkan umpan-umpan kepada akhwat lainnya. Ini dilakukan sebagai proses penyeleksian. Yaa..mereka menyeleksi setiap akhwat yg sudah mereka tebarkan umpan-umpan tadi. Mereka menyeleksi sesuai dengan kriteria yg mereka inginkan. Saat dirasa sudah menemukan sosok akhwat yg mereka inginkan maka mereka lepas satu persatu akhwat yg dirasa tak sesuai dengan kriteria mereka.

Yaa..memang sungguh munafik dan sungguh jahat makhluk yg satu ini.
 Hemm..mungkin sosok di atas adalah sosok “ikhwan tak jantan” atau “ikhwan gadungan” atau apalah namanya.

Namun, tak dipungkiri tak semua ikhwan seperti yg gue bilang di atas. Ada beberapa ikhwan yg mereka benar-benar sosok manusia sempurna yg mampu menjaga diri mereka. Mereka takkan berani mendekati akhwat kalau memang belum saatnya. Mereka takkan mengajak sang akhwat untuk berpacaran dengan mereka. Jika mereka sudah yakin dg akhwat yg mereka inginkan, mereka takkan pernah menyakiti hati sang akhwat. Mereka akan langsung menemui orang tua sang akhwat dan akan langsung menikahinya.
Yaa.. mungkin itulah sosok ikhwan yg sesungguhnya. Tak pernah menebar janji-janji palsu. Tak pernah menebar umpan-umpan penyeleksian, dan tak pernah menyakiti hati/perasaan akhwat.

So, buat loe-loe pada para akhwat..jangan mudah tertipu dengan tampang alim seorang ikhwan. Jadilah akhwat yg cerdas, akhwat yg mampu menjaga diri dan perasaan/hati. Jangan mudah termakan oleh rayuan busuk dari ikhwan.

Tenang aja deh buat loe-loe pada para akhwat, Allah udah kasih seseorang yang terbaik yang akan menjadi imam kalian kelak. Bukan hanya imam dunia, tapi juga imam akhirat. Yg loe-loe pada harus lakuin sekarang adalah, meningkatkan kualitas diri untuk jadi akhwat yg luar biasa. Tingkatkan ibadah dan tingkatkan pengetahuan serta tetap bersosialisasi dengan masyarakat sekitar untuk menebarkan manfaat. Inget nih ayat Al-Qur’an buat loe para akhwat:

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” Q.S. An-Nur : 26

Biar nih tulisan sedikit berbobot mungkin gue akan sedikit membahas tentang ayat di atas.
Ayat ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian ‘Aisyah RA dan Shafwan bin al-Mu’attal RA dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Pernah suatu ketika dalam suatu perjalanan kembali dari ekspedisi penaklukan Bani Musthaliq, ‘Aisyah terpisah tanpa sengaja dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian diantarkan pulang oleh Shafwan yang juga tertinggal dari rombongan karena ada suatu keperluan. Kemudian ‘Aisyah naik ke untanya dan dikawal oleh Shafwan menyusul rombongan Rasulullah SAW dan para sahabat, akan tetapi rombongan tidak tersusul dan akhirnya mereka sampai di Madinah. Peristiwa ini akhirnya menjadi fitnah di kalangan umat muslim kala itu karena terhasut oleh isu dari golongan Yahudi dan munafik jika telah terjadi apa-apa antara ‘Aisyah dan Shafwan. Masalah menjadi sangat pelik karena sempat terjadi perpecahan di antara kaum muslimin yang pro dan kontra atas isu tersebut. Sikap Nabi juga berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh ‘Aisyah untuk segera bertaubat. Sementara ‘Aisyah tidak mau bertaubat karena tidak pernah melakukan dosa yang dituduhkan kepadanya, ia hanya menangis dan berdoa kepada Allah agar menunjukkan yang sebenarnya terjadi. Kemudian Allah menurunkan ayat ini yang juga satu paket annur 11-26.
Nah, kurang lebihnya gitu asbabun nuzul ayat tersebut. Kalau kita bandingkan dengan Annur ayat 3 :

“laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik” (QS. An Nur ayat 3)
Di ayat ini lebih tegas mengandung “unsur perintah” untuk mencari pasangan yang sepadan. Sehingga ayat 26 bisa dimengerti sebagai sebuah motivasi atau anjuran untuk mengondisikan dan bukan sebagai ketetapan bahwa yang baik “otomatis” akan mendapatkan pasangan yang baik. Hal ini tentu memerlukan usaha untuk memperbaiki diri lebih baik.

Hemm...so, semangat ladies. Allah gak akan pernah nyia-nyiain pengorbanan yg udah loe lakuin utk jadi akhwat sejati. Allah akan menghadiakan yg terbaik buat loe-loe pada, seperti apa yg udah Dia janjiin dalam firmanNya.

Oke..gue rasa loe-loe semua udah pada paham dengan isi tulisan gue. Gue bukan sosok yg lebih pintar dari loe semua. Gue juga masih belajr. Jadi klo ada banyak pembahasan yg salah, yaa mohon dimaklumi dan dikoreksi. Dan diakhir sesi, gue ucapin terima kasih untuk seseorang yg udah menginspirasi gue untuk nulis nih tulisan. Dan makasih juga buat kalian yg udah mau baca tulisan gue.
Jazzakumullah khairan katsir. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.^^







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar